Kami adalam tim di NasDem yang bertugas khusus untuk anak muda Tanah Air

Generasi Y atau milenial adalah teman-teman kelahiran 1981 - 1996
Generasi Z, yang juga Pemilih Pemula, adalah kawan-kawan kelahiran 1997 - 2007

Screen%20Shot%202020-09-06%20at%2020.23_edited.png
lathifa-al-anshori

Lathifa Al Anshori

Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial

Koordinasi Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi.

6386_edited.png

Idola Kita

Tahukan kamu kalau NasDem adalah Partai dengan milenial terbanyak di parlemen?

7D8D349D-1668-4ED1-981E-37DC99333096_edi

Hillary Brigitta Lasut

Anggota DPR RI Komisi I

Manado, 22 Mei 1996

Hillary Brigitta Lasut adalah sosok muda yang aktif menggelar diskusi dan mengkampanyekan anti narkoba. Di SLTA, perempuan penggemar fashion ini meraih NEM tertinggi se-Sulawesi Utara. Sehingga kini, ia pun aktif menyuarakan pentingnya pendidikan berikut beasiswanya untuk anak muda. Berangkat dari latar belakang pendidikannya, Hillary memiliki perhatian khusus pada hukum tindak pidana korupsi. Dalam pemilu legislatif 2019 ini, Hillary menjadi Anggota DPR RI termuda yang akan mengukir sejarahnya memegang palu sidang pertama DPR RI periode 2019-2024.

Arkanata Akram

Anggota DPR RI Komisi VII

Samarinda, 21 November 1995


Arkanata Akram terpilih sebagai anggota DPR RI dalam pemilihan legislatif 2019 pada usia 23 tahun. Ia merupakan lulusan cum laude Teknik Kimia Universitas Indonesia dan University of Queensland, Brisbane, Australia. Arkanata memilih jalur politik dengan passion di bidang teknik dan teknologi. Perkembangan jaman memanggilnya untuk menjadi sosok politisi muda yang dapat mewakili generasi milenial bangsa ini. Salah satu program yang diusung dalam kampanyenya adalah menumbuhkan semangat membaca pada generasi muda. Ia merupakan Duta Literasi Kalimantan Utara, dan aktif sebagai motivator kepemudaan dan personal branding.

IMG_20190924_200012.jpg
ina-kobak-nasdem.jpg

Ina Elizabeth Kobak

Anggota DPR RI Komisi VII

Wamena, 13 Desember 1990


Politisi muda NasDem dari ujung timur Indonesia yang berhasil menuju senayan adalah Ina Elizabeth Kobak. Perempuan berusia 29 tahun ini punya perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini (PAUD) juga kesehatan balita, ibu hamil, juga lansia. Orang-orang yang renta dan perlu perhatian lebih. Kehadiran Ina berhasil menepis pandangan patriarki politik di timur Indonesia. Tidak hanya itu, perhatiannya pada pertanian dan pertambangan membuat sarjana teknik ini menjadi tokoh perempuan baru dari Papua.

Ratih Megasari Singkarru

Anggota DPR RI Komisi X

Jakarta, 22 Oktober 1989


Ratih Megasari Singkarru, yang berhasil memenangkan kursi pertama Partai NasDem di Sulawesi Barat dengan meraih 30.946 suara. Kecintaannya pada pendidikan membuatnya memiliki perhatian khusus pada perkembangan moral dan karakter bangsa untuk menjamin kebaikan generasi penerus Indonesia. Dari pengalaman pribadinya, kader NasDem ini kerap memperjuangan kesehatan bayi dan juga anak berpenyakit langka. Kegiatan tersebut ia lakukan melalui Adam Fabumi Foundation. Dengan terpilih dari Sulawesi Barat, Ratih berharap bisa ikut memajukan provinsinya, terutama dari segi pariwisata.

5C4932AD-3C7E-45B5-955B-0EEA8BA15972_edi
1384FFCD-FEE6-4A39-BDD1-B0EF4A1DDBA1_edi

Yessy Melania

Anggota DPR RI Komisi III

Nanga Pinoh, 16 Juni 1989


Yessy Melania yang meraih 63.817 suara di daerah pemilihan Kalimantan Barat II, meliputi Kabupaten Sanggau, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu dan Melawi. Masyarakat di sana sangat familiar dengan Yessy karena aktifitasnya dalam pemberdayaan sosial. Ia dikenal aktif dalam gerakan pembangunan sumber daya manusia dengan membantu pengajaran baca tulis di pelosok-pelosok. Perempuan muda ini memiliki perhatian khusus dengan isu-isu perbatasan, terutama yang berkenaan perempuan dan anak. Masalah human trafficking, kawin kontrak, dan penculikan anak di perbatasan Indonesia – Malaysia menjadi sesuatu yang diamanahkan konsituennya untuk dibenahi. Tak hanya itu, penggemar tari tradisional ini juga mendukung penggunaan komoditas alternatif pertanian agar kondisi petani di wilayahnya lebih terbantu.

Prananda Surya Paloh

Anggota DPR RI Komisi I

Singapura, 21 September 1988 


Prananda Surya Paloh adalah sosok utama generasi muda Partai NasDem yang telah duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI pada periode 2014-2019 dan kembali terpilih untuk masa jabatan 2019-2024. Sejak Kongres II Partai NasDem, ia dilantik menjadi Ketua Koordinasi Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem. Awal dirinya menjadi anggota DPR RI pada usia 26 tahun. Sejak 2014, ia ditempatkan di Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi. Ia pun tergabung sebagai anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Dalam review kinerja anggota legislatif, Prananda bahkan disebutkan sebagai sosok politisi muda, enerjik, dan kemampuan intelektual yang kuat berkat kecintaannya pada sejarah. Ia pun punya perhatian khusus terhadap pendidikan dan olahraga, tercermin dari kegiatan-kegiatan Garda Pemuda NasDem yang dipimpinnya.

PSP4.png
5D7BABDD-DC52-4458-82F3-FC6E8D85956D_edi

Rian Firmansyah

Anggota DPR RI Komisi X

Bandung, 6 April 1988


Rian Firmansyah merupakan putra daerah Kabupaten Bandung Barat yang sangat aktif di organisasi kepemudaan sejak usia dini. Politisi muda penggemar olahraga voli ini sukses melenggang ke Senayan dengan meraih 35.260 suara melalui Dapil Jawa Barat II, meliputi wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat ini mengatakan usia muda tak menjadi hambatan bagi dirinya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan ia selalu memotivasi anak muda lainnya untuk tidak alergi politik. Laki-laki pecinta seni dan budaya ini memiliki keahlian memainkan berbagai instrumen musik, khususnya instrumen khas Jawa Barat.

Percha Leanpuri

Anggota DPR RI Komisi VI

Belitang, 24 Juni 1986


Putri daerah Sumatra Selatan ini merupakan anggota DPD RI periode 2009-2014, 2014-2015 dari Provinsi Sumatera Selatan. Percha mengundurkan diri dari DPD RI pada 2015 untuk maju di Pilkada Ogan Komering Ulu 2015. Ia kini menjadi anggota terpilih DPR RI Periode 2019-2024 dengan memperoleh suara terbesar kedua di Dapil Sumatera Selatan II sebanyak 124.047 suara. Ibu muda ini memiliki kepedulian terhadap budaya gemar membaca, pertumbuhan perdesaan, juga parenting. Selain berkarier di Bidang Politik, Percha sekarang berbisnis taksi Star Cab di Palembang dan Lubuk Linggau.

percha-nasdem.jpg
3ef28bd6-8b6c-4101-a811-1ab4c46ba325.JPG

Kresna Dewanata Prosakh

Anggota DPR RI Komisi I

Malang, 29 Desember 1985


Kresna Dewanata Phrosakh adalah Anggota DPR RI petahana dari daerah pemilihan Jawa Timur V meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Pencalonan dirinya menjadi anggota legislatif dari Partai Nasdem pada tahun 2014 adalah gebrakan yang berani, mengingat usianya yang belum menginjak kepala tiga. Kresna adalah figur anak muda yang sedikit bicara, namun banyak bekerja. Pada masa bakti 2014-2019, Kresna bertugas di Komisi X yang membidangi kepemudaan, olahraga, pariwisata dan pendidikan. Lalu pada September 2017, Kresna ditugaskan mewakili rakyat di Komisi VII yang membidangi lingkungan hidup, energi, riset, dan teknologi. Sosok muda Partai NasDem ini juga aktif di berbagai organisasi, antara lain sebagai Ketua DPD KNPI periode 2012-2015 dan Wakil Ketua Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga DPP Garda Pemuda NasDem periode 2017-sekarang.

Eva Stevany Rataba

Anggota DPR RI Komisi X

Rantepao, 3 September 1982


Eva menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan III. Ia menekankan pentingnya pariwisata untuk kemajuan daerah, berikut infrastruktur penunjangnya. Perempuan kelahiran Rantepao ini menggemari tarian tradisional juga menyanyi. Dengan posisinya sebagai Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Toraja Utara, Eva menekankan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, sejak dini hingga dewasa.

659845CD-C91F-4790-B8C5-9C7989D95F9C_edi

Kamu mau gabung?