top of page

Ketua DPW NasDem Jatim: Pemuda Harus Berperan Konkret demi Kemajuan Bangsa


Ketua DPW Partai NasDem, Jawa Timur, Sri Sajekti Sudjunadi menjelaskan pentingnya berpartisipasi membangun bangsa dengan ikut bergabung dengan partai politik karena hanya parpol lah yang punya kewenangan mengubah aturan negara secara konstitusional.

“Partai politik itu diberi kewenangan yang begitu besar, membuat, mengubah, mematikan aturan-aturan mulai dari undang-undang bahkan Undang-Undang Dasar hingga peraturan-peraturan lain,” kata Sri saat menjadi pembicara di acara peluncuran Program 25/25 yang digagas oleh Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula dan Milenial, Lathifa Marina Al Anshori, di Malang, Minggu (25/6/2023).

Menurutnya, Partai NasDem mempunya masa depan cerah karena dipenuhi dengan anak-anak muda yang memiliki semangat perjuangan yang dituangkan secara konkret dalam membangun negara dan bangsa.

“Partai ini punya masa depan karena kakak-kakak yang nawaitu (niat) berpartainya karena mau mengambil bagian konkret dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Memilih menjadi kader partai memiliki konsekuensi yang harus dijalani. Menurutnya, kader partai harus meluruskan niat terlebih dahulu sebelum bergabung, salah niat bisa berakibat fatal.

“Karena kalau cuma ingin senang-senang, kalau cuma ingin mangan ora mangan asal kumpul tidak usah berpartai. Banyak sekali kegiatan anak muda yang memungkinkan untuk ikut,” ungkapnya.

Urusan kenegaraan lebih mudah diselesaikan lewat jalur konstitusional yang diakomodir oleh partai politik. Itu mengapa dirinya mendorong anak-muda jangan hanya diam saja melihat problem negara ini, melainkan ikut mengambil langkah-langkah konkret.

“Nah kita sebagai anak bangsa, jangan hanya nonton, jangan hanya terima nasib. Tetapi kita harus mengambil bagian dengan cara apa? Memulai dengan berperan sebagai pelaku sampai dengan yang paling sederhana adalah menggunakan hak pilih kita,” katanya.

Tapi juga jangan asal-asalan dalam berperan, kata dia, anak muda harus bersikap kritis terhadap calon-calon yang akan mewakili suara kita di parlemen. Dengan cara mengenal mereka lebih jauh.

“Apalagi sekarang era njenengan (Anda) semua, semuanya pasti punya smartphone untuk mencari tahu para calon,” dia menegaskan.

Dirinya mengapresiasi anak muda yang telah menentukan langkah politiknya dengan bergabung ke dalam partai. Itu artinya mereka mempunyai keyakinan dan cita-cita yang jelas untuk memajukan bangsa.

“Nah alhamdulillah bahwa jenengan (Anda) semua sudah menentukan pilihan sejak dari awal, dengan memasang simbol ini (partai) di dada kalian. Bahkan ada yang sudah menjadi caleg di pemilu tahun depan,” ucap dia.

Sri menyampaikan sambutannya secara interaktif dengan berjalan ke arah audiens. Sesekali dirinya melemparkan pertanyaan kepada para kader yang hadir dalam acara tersebut.

“Siapa yang nyaleg?” tukasnya sambil mendekat ke para peserta yang hadir di ruang pertemuan Maron Valley Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat itu, salah satu peserta menimpali pertanyanyaan Bu Jes, sapaan akrabnya, dengan mengatakan, “Saya mau nyaleg.” Setelah ditanya usia, ternyata peserta tersebut masih 20 tahun di mana itu belum memenuhi syarat.

“Kalau mau jadi caleg itu ada syarat usianya,” kata Bu Jes.

Selanjutnya, Sri mengatakan tidak partai yang didirikan dengan niat seperti Partai NasDem, yaitu memang diniatkan sebagai alat perjuangan bangsa dan negara. Niat baik tersebut dibuktikan sendiri oleh Surya Paloh sebagai Ketua Umum.

“Pendiri partai ini, coba periksa jejak digitalnya, beliau dengan susah payah, dengan ketekunan mendirikan partai ini, apa yang beliau ambil? Tidak pernah menjadi apa-apa dalam konteks kedudukan publik,” dia mengungkapkan.

Menurutnya NasDem memiliki banyak jabatan publik, namun tidak satupun itu diberikan kepada Prananda Surya Paloh sebagai anak sang pendiri. “Mengapa?” tanya Bu Jes.

“Karena Surya Paloh, memang mendirikan partai ini sebagai alat perjuangan bersama. Namun apakah tidak boleh menjabat jabatan publik? Boleh, karena beliau sekarang menjabat sebagai anggota dewan DPR RI,” katanya.

Namun, kata Jes, terpilihnya Prananda sebagai anggota dewan itu bukan seperti menerima durian jatuh, melainkan dengan cara kerja keras yang dilakukan dengan penuh perjuangan dan keringat.

“Cari suara sendiri. Kakak Prananda dibiarkan berproses bersama-sama dengan yang lain,” katanya.

Dia pun mengajak kader-kader muda Partai NasDem untuk mengenali lebih dalam partainya. "Karena tak kenal, mungkin tak akan pernah sayang," tegasnya.


Di sini, Sri menekankan pentingnya peran para kader untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mengenalkan tujuan mulia Partai NasDem, dan apa saja yang diperjuangkan untuk kemajuan bangsa ini.


Maka, dengan adanya Program 25/25 ini, dirinya optimistis Partai NasDem akan menjadi besar dan akan menjadi pemenang di pemilu mendatang karena sistem perekrutan dan sosialisasi partai menjadi lebih terkondisikan.

"Masing-masing njenengan (Anda) mengajak 25 orang maka insyaallah partai kita di Pemilu 2024 yang akan datang akan keluar sebagai finalis," kata dia meyakinkan.

Terkait isu pencalonan Anies Rasyid Baswedan yang bukan merupakan kader Partai NasDem, Jes mengutip perkataan Ketum Surya Paloh, bahwa, “Anies adalah yang terbaik dari yang baik-baik.”


Karena sudah menjadi keputusan bersama, Jes meminta seluruh kader untuk mendukung dan mengupayakan agar Anies terpilih menjadi presiden pada pemilu mendatang.


Dan karena NasDem itu didirikan untuk kepentingan bangsa dan negara, maka NasDem senantiasa dalam pemilihan pemimpin selalu mencari putra-putri terbaik bangsa, bukan sekadar terbaik bagi Partai NasDem.

“Mengutip perkataan Kiai Kholil As’ad Situbondo, NasDem ini singkatan dari nassun daimun yang berarti ‘yang selalu membawa manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
120 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

コメント


bottom of page