top of page

Strategi Menghadapi Kampanye Hitam di Era Digital


Black campaign atau yang biasa kita kenal dengan kampanye hitam merujuk pada praktik yang tidak etis dalam politik di mana peserta pemilu atau pendukungnya menyebarkan informasi palsu, menyesatkan, atau merendahkan lawan politik mereka untuk menciptakan citra negatif.


Dalam konteks Pemilu Indonesia 2024 yang meliputi pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden, mengatasi kampanye hitam harus menjadi salah satu prioritas utama oleh pihak-pihak terkait terutama peserta kontestasi untuk menjaga integritas dan kualitas demokrasi bangsa kita.


Menjelang pemilu yang tinggal hitungan bulan lagi, kita bisa melihat bagaimana black campaign dieksploitasi oleh pihak-pihak politik tertentu untuk menjatuhkan lawan politiknya supaya reputasinya jatuh dan jelek di mata masyarakat pemilih.


Isu-isu yang biasanya dimanfaatkan untuk konten kampanye hitam antara lain penghinaan terhadap profil, agama, suku, atau golongan dari peserta pemilu yang menjadi lawannya.


Kampanye hitam ini selalu menjadi tantangan bersama di setiap gelaran pemilu. Dan sayangnya, di era digitalisasi informasi seperti sekarang, kampanye hitam ditebar secara masif dengan dampak menyesatkan yang luar biasa.


Siapa yang dirugikan? Jelas, lawan-lawan politik dari pelaku kampanye hitam terutama lawan politik yang memiliki rekam jejak yang bersih dan profesional.


Untuk turut membantu orang-orang baik yang hendak berjuang di pemerintahan secara bersih dan profesional, kita sebagai masyarakat pemilih bisa mengambil langkah-langkah berikut untuk mengatasi atau sedikit-sedikitnya meminimalisir tantangan kampanye hitam ini.


Pertama, kita bisa membantu sesama pemilih untuk bagaimana mengenali informasi yang sahih dan akurat. Jika kesadaran literasi informasi politik tumbuh di tengah masyarakat, maka akan mudah bagi mereka untuk memilah fakta yang benar dari informasi-informasi palsu yang tersebar selama kampanye.


Kedua, mencermati reputasi media yang menjadi sumber informasi kampanye. Kita perlu mendorong media untuk beroperasi dengan prinsip transparansi dalam melaporkan berita serta memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Langkah ini akan membantu mencegah penyebaran kampanye hitam.


Ketiga dan ini yang paling penting. Bahwa peserta pemilu harus lebih fokus pada kampanye positif yang menonjolkan visi, misi, dan solusi mereka untuk masyarakat konstituen mereka daripada menghabiskan energi dan tenaga untuk menyerang lawan politik.


Hal ini akan menciptakan ruang yang lebih sehat untuk berdiskusi mengenai isu-isu yang penting bagi masyarakat. Yang lebih penting lagi, mereka juga perlu mengarahkan dan mengondisikan para pendukungnya agar sejalan dan seirama menyuarakan kampanye positif dari calon-calon yang mereka dukung dan pilih.


Dan terakhir, masyarakat sipil dan komunitas-komunitas sosial juga penting dimintai peranannya dalam mengawasi proses pemilu dan mengungkapkan keprihatinan terkait kampanye hitam. Mereka bisa mengambil partisipasi lewat, misalnya, melakukan kampanye pendidikan dan kesadaran tentang dampak negatif kampanye hitam bagi proses demokrasi dan masyarakat secara umum.


Jadi, seandainya kita sudah memiliki preferensi politik dan calon pemimpin tertentu pada Pemilu 2024 mendatang, lalu pilihan kita diserang secara black campaign oleh lawan-lawan politik atau bahkan buzzer, maka ketimbang menghabiskan pikiran dan tenaga untuk meladeni mereka, lebih baik kita berfokus untuk memasifkan kampanye visi dan misi atau bahkan capaian prestasi mereka selama ini untuk masyarakat.

43 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page